Surat atau curhat?

Bandung, 13 Desember 2014

Dear Mba Ika,
Apa kabar? Kapan Mba Ika main lagi ke Bandung? 🙂
Pada saat Mba Ika main ke Bandung waktu itu, aku masih punya pacar. Kalau main lagi ke Bandung, kayaknya aku masih jomblo. Sebenarnya ingin punya pacar kembali, namun belum bisa move on  😦
Kalau kata orang lain sih biar move on harus punya pengganti. Kalau kata Mba Ika gimana? Haruskah aku mencari pengganti? Rasanya ingin punya pacar lagi, ingin ada yang memperhatikan, mengingatkan makan ‘biar engga magh lagi’, ingin ada yang ajak malam mingguan, ingin ada yang ajak romantis-rimantisan gitu. Tapi kalau punya pacar itu takut dosa lagi Mba Ika, kan aku rencana nya nikah di tahun 2018,kalau pacaran dari sekarang berarti nabung dosa berapa tahun tuh? Tapi pengen ada yang perhatian. Bingung sih harus gimana?
Disatu sisi kadang masih galau ingat kenangan masa lalu. Huhuhuh 😦
Tolonglah bantu aku Mba Ika 😦 aku harus bagaimana? Hehe
Kok jadi curhat ya?
Gapapa kan? Hihihi
Kayaknya kalau Mba Ika ke Bandung, pasti diajak curhat sama aku. Ayoooo Mba Ika ke Bandung.. Tolonglah aku yang terkena virus galau ini :’)
Ditunggu banget Mba Ika.

Kalau nulis panjang-panjang, nanti malah curhat lagi. Bahaya kalau curhat disini. Sekian surat ini, dilanjut kalau Mba Ika ke Bandung aja 🙂 terima kasih.

Salam Hangat,

Siti Annisaa

Advertisements

One thought on “Surat atau curhat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s